Empat Personel Sabyan Gambus Keluar, Ada Apa Dengan Nissa Sabyan?

Nissa Sabyan, Vokalis Sabyan Gambus. (Dok. Istimewa)

Keluarnya personel pada sebuah grup musik adalah sesuatu yang alamiah dan dapat terjadi pada grup musik baru maupun yang populer. Karena hal ini kerap terjadi dan dilatari penyebab yang beragam.

Keluarnya empat personel grup musik Sabyan Gambus; Anissa Rahman, Tubagus, Deni, dan Ega, tentu membuat para penggemarnya terkejut, apalagi terjadi di saat popularitas grup ini tengah melejit. Terbukti pada tahun 2018, keyword Nissa Sabyan memperoleh rating tertinggi di mesin pencarian Google.

Seperti yang kita ketahui, salah satu pemicu dari melejitnya nama grup musik Sabyan Gambus di blantika musik Indonesia adalah sejak Nissa Sabyan menjadi salah seorang vokalisnya. Usia belia dengan penampilan menarik, serta vokalnya yang merdu, membuat para pecinta musik jadi terpukau, sehingga melejitkan karya lagu gambus yang dibawakannya, seperti; Deen Assalam, Ya Habibal Qolbi, Ya Jamalu, Rohman ya Rohman, dan lainnya.

Jamak orang menginterpretasikan bahwa keberadaan Nissa di Sabyan Gambus membuat redup pamor para personel lainnya pada grup tersebut. Nissa Sabyan sangat dielu-elukan oleh para penggemar, sementara personel lain tak sepopuler dirinya. Tapi, interpretasi tersebut ada kelirunya, karena sejatinya setiap personel pada sebuah grup musik sama-sama punya peranan penting. Popularitas Nissa Sabyan yang melebihi para personel lainnya bukanlah katalisator dari keluarnya empat orang personel grup gambus tersebut.

Meskipun keinginan untuk bersolo karir bisa saja jadi alasan yang terkesan dangkal, namun ini adalah wayout dari kegagalan untuk tetap bertahan di grup musik yang telah susah payah mereka bangun secara bersama-sama.

Mengkomparasikan penyebab antara grup musik baru dengan grup populer ketika ada personelnya yang keluar ada sedikit perbedaan. Bagi grup musik baru biasanya disebabkan oleh terjadinya kegamangan diulahkan oleh kebutuhan hidup. Namun bagi grup musik populer lebih pada idealisme dalam bermusik.

Lebih dalam kita menyelami akar penyebabnya dari keluarnya personel pada sebuah grup musik popular akan berujung pada psikologis dari jiwa seorang seniman.

Begini. Setelah mencurahkan perasaan, ide, ajakan pada sebuah karya lagu, seorang seniman itu akan butuh pengakuan. Baik pengakuan terhadap karya yang ditulis maupun pada dirinya sebagai seorang seniman yang sukses. Wajar saja jika setiap personel pada sebuah grup musik punya porsi yang sama dalam mengaktualisasikan diri.

Bertahannya para personel pada sebuah grup musik memang tidak mudah untuk diwujudkan, namun bukan pula berarti tidak mungkin. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan;

1. Rasa Kekeluargaan

Rasa kekeluargaan yang tinggi antara sesama personel akan mampu mengikis aktualisasi diri, karena yang tertanam adalah rasa memiliki yang sama pada kesuksesan yang diraih. Setiap personel adalah sebagai tiang dan bendera pada grup musiknya. Bagaimana nama seorang personel akan dapat berkibar tinggi jika tak ada tiangnya. Dan apalah gunanya sebuah tiang jika tak ada benderanya.

2. Rangkulan Management

Keberadaan management sangat vital untuk mempertahankan solidaritas sebuah grup musik. Karena harus mampu menjadi buhul erat untuk membuat para personel agar tidak tercerai-berai. Manager adalah bapak bagi para personel, yang mesti arif dan bijaksana. Karena sebagai sesama manusia, wajar jika terjadi friksi dalam berinteraksi sosial. Management harus punya ikatan emosional yang kuat dengan tiap personel yang dibinanya.

3. Intensitas Komunikasi

Penerapan forum komunikasi internal secara terjadwal akan membuat inspirasi, dan asumsi jadi terwadahi. Aktualisasi diri akan memperoleh tempat, dan asumsi tidak akan berkembang menjadi agitasi negatif.

4. Rasa Memiliki

Di saat rasa memiliki itu ada, setiap personil tidak akan mau meninggalkan grupnya. Baik rasa memiliki pada grup yang telah dibangun bersama, dan juga rasa memiliki pada sesama personil.

Mengkaji keluarnya empat personel grup nasyid Sabyan Gambus kita hanya mampu bermain di ruang asumsi. Bagaimanapun tentu mereka punya alasan kuat untuk meninggalkan grup musiknya yang tengah melejit. Keputusan yang diambil tentu adalah yang terbaik. Tidak ada yang bisa disalahkan sehingga semua ini berlaku.

Meskipun belum sekarang, suatu saat nanti kebersamaan yang pernah mereka jalin untuk meraih kesuksesan akan memanggil-manggil hati mereka untuk ingin kembali. Ketika persoalan mereda, kelak rindu itu akan berat untuk ditanggungkan. Wallahu a’lam bish-shawabi.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli – Reporter IslamicTunesNews)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *