FILM TAUSIYAH CINTA MENDAPAT RESPON YANG BAIK DARI PECINTA FILM TANAH AIR

Film Tausiyah Cinta besutan sutradara Humar Hadi produksi Bedasinema
Pictures. Banyak diminati penikmat film di indonesia bahkan di mancanegara.
Film terinspirasi dari buku berjudul Tausiyah Cinta buatan Tausiyahku itu
menghadirkan bintang baru. Salah satunya adalah pemain perempuan berasal dari
Palimanan Kabupaten Cirebon, Ressa Rere berperan sebagai Kareina Zahra.
“Saya berperan sebagai seorang anak band yang hijrah ingin menjadi lebih
baik. Kemudian awalnya saya ikut casting di Quran Foundation Depok dan
me-retweet twitter Tausiyahku. Sampai akhirnya saya terpilih dan ceritanya
panjang kalau dijabarkan. Intinya, film ini berbicara tentang cinta yang tidak
biasa. Ini adalah obat penawar bagi para jomblo,” ujar Ressa yang mengenakan
jilbab hijau toska kepada CT, Minggu (11/10).
Humar menegaskan, film ini berbicara tentang hijrah dan menghafal Quran
demi mendalami agama dan sebagai salah satu sarana dakwah. Konsep cinta yang
universal. “Film ini berkisah tentang keluarga dan mengajak generasi muda untuk
mencintai Al-Quran. Bagaimana agar selalu dikelilingi oleh cinta. Target kami
tidak muluk. Hanya ingin ditonton oleh satu juta orang. Filosofinya terus
mensyiarkan kebaikan,”
Proses pembuatan film berlangsung selama tujuh bulan sejak Februari lalu
dan mengambil lokasi di Jabodetabek serta Surabaya. Dengan total pembiayaan
produksi Rp. 1 miliar. “Sebagian besar anak muda jaman sekarang bingung
bagaimana mencari pasangan. Kami ini seperti penjual lontong. Orang akan selalu
bertanya isinya. Kami bukan penjual permen yang bisa membuat batuk. Kami punya
cara sendiri untuk mendeskripsikan cinta,” papar Humar.
Sejak awal penayangannya di bioskop-bioskop
Indonesia, film TAUSIYAH CINTA mendapat respon yang baik dari
pecinta film tanah air. Film bergendre dakwah ini diproduksi oleh rumah
produksi Bedasinema Pictures. Garapan sutradara Humar Hadi sejauh ini sudah
tayang di 15 kota seperti Jadebotabek, Bandung, Jogja, Surabaya, Medan, Binjai,
Makassar, Balikpapan dan kota lain.
“Penayangan perdana film TAUSIYAH
CINTA
 disambut antusiasme yang begitu tinggi oleh masyarakat
Indonesia, hingga di beberapa hari ini terus ada penambahan layar. Mohon
masyarakat yang menantikan film ini di kota-kota  lain di seluruh
Indonesia agak sedikit bersabar, kami sedang melobi pihak bioskop untuk terus
membuka layar di kota-kota lainnya,” ujar eksekutif produser Izharul Haq
melalui keterangan persnya.
“Dari tangan kosong tanpa uang,
kami terus berikhtiar dan berusaha agar film dakwah ini bisa dibentangkan untuk
umat. Ternyata Allah SWT selalu kasih jalan, selama 2 tahun proses produksi
kami pun tidak pernah mengira bahwa pada akhirnya film ini dapat membentang di
layar lebar,” lanjutnya.
Sang sutradara, Humar Hadi
membocorkan rahasia kenapa mereka berani memproduksi TAUSIYAH
CINTA 
tanpa modal. Walaupun begitu film ini benar-benar dibuat dengan
persiapan yang matang.
“Kunci dari perjuangan kami
hanya ada dua, salat berjamaah saat waktu salat telah tiba dan selalu tilawah
sebelum proses syuting dimulai. Ini agar kami tidak kaburo maqtan terhadap yang
kami lakukan” papar sutradara Humar Hadi yang akrab disapa Umank ini.
Mulai Maret nanti, beberapa negara
seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong,
Malaysia, dan beberapa negara lainnya akan menjadi negara yang disinggahi film TAUSIYAH
CINTA
.
Sinopsis Film Tausiyah Cinta (2016) 
Film drama religi “Tausiyah Cinta” bercerita tentang seorang pemuda bernama Lefan
(Rendy Herpy) yang ingin membuka perjalanan batinnya. 
Dia harus kehilangan ibu yang
terdzolimi oleh ayahnya sendiri. Ia juga harus berjuang membuktikan pada
ayahnya bagaimana caranya memuliakan dan mengasihi seorang perempuan. Dan Lafan
juga harus mengalami sakit batin sampai suatu hari bertemu dengan Azka (Hamas
Syahid Izzuddin),Aska merupakan seorang arsitek sholeh, tampan, dan hafidz
Qur’an. Dia juga pria yang sangat sempurna, Lefan menemukan kharisma yang tidak
ia dapatkan dari sosok ayahnya. Lafan dan Azka di pertemukan saat ada suatu
project atau tugas yang membawanya kini menjadi sahabat.
Di saat seperti itulah Lafan mulai
bertanya tanya tentang perasaan batin yang di alaminya kepada Azka.Tak hanya
menjadi arsitek pembangun gedung, Azka terus belajar menjadi arsitek pembangun
iman untuk dirinya dan lingkungannya. Suatu hari ada sebuah Project di kantor
yang mempertemukan dua pemuda tampan ini dengan Rein (Ressa Rere), gadis cantik
yang juga hafal qur’an. Rein bekerja freelance di perusahaan iklan.
Hari berganti-hari Lefan mendapatkan
sesuatu pada diri Rein yang tidak ada pada diri almarhumah kakaknya, Elfa
(Hidayatur Rahmi). Ternyata, ada sosok sholehah yang membuat hati Lefan
merasakan sesuatu yang menyentuh.

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *