IslamicTunesNews | ADHITYA PEMUDA DARI KOTA KLATEN



Profil Singkat
Adhitya
Adhitya
merupakan nama panggilan, nama lengkapnya adalah  Adhitya Nur Muhammad.
Tempat/Tanggal Lahir : Klaten, 15 September 1992. Alamat : Jamukulon, Caper,
Klaten 57465, Jawa Tengah, Indonesia. Adhitya mempunyai hobby menulis,
menyanyi, membaca dan mendengarkan lagu nasyid. 
Awal mulanya
Adhitya berkifrah di dunia Nasyid

Pada awalnya
hanya mendengarkan nasyid disela-sela kesibukan, mendengarkan nasyid-nasyid di
radio, lama kelamaan ingin mencoba berpartisipasi ikut serta dalam syiar
nasyid, meskipun dari segi vokal tidak sebagus munsyid yang lain, tapi kami
tetap semangat dalam berkarya dan percaya diri, Insya Allah. Dan Alhamdulillah
kami juga mempunyai tim nasyid yang sudah terbentuk kala kami masih di bangku
SMK, tim nasyid kami bernama STARVOICE,
meskipun bernama Star, namun kami bukan seorang bintang, hanya kami suka dengan
nama tersebut dan kesepakatan para teman-teman juga. 

Starvoice terbentuk pada
tanggal 12 April 2009 terdiri dari 3 personil, yakni Eka Khairul Mukminin (Irul),
Adhitya Nur Muhammad (Adhit), dan Dede Supriyanto (Dede),
 awalnya 4 personil, yang satu bernama Fachri Lazuardi (Fachri), namun karena kesibukan beliau, beliau
resign dari tim, dan tersisa tinggal 3 personil dan bertahan hingga saat ini.
Namun dalam kami memasuki dunia rekaman, untuk saat ini kami belum bergrup,
tapi bersolois, dan yang membawakannyapun adalah salah satu personil dari kami
sendiri juga tentu saja yakni Adhitya Nur Muhammad, membawakan lagu-lagu karya
sebelumnya secara solois dengan suara khasnya serak basah, kami tampil secara
grup hanya dalam event-event tertentu seperti walimahan.  

Mohon doanya dari sahabat semuanya semoga
kedepannya kami bisa tampil berkiprah dalam menghasilkan karya ke depan bisa
menghasilkan single nasyid secara bergrup. Aamiin. 
Dan yang pasti kami akan
tetap berkonsisten memilih jalur nasyid sebagai media dakwah penghibur hati dan
pendidik jiwa. Semua memang harus perlu perjuangan, kita tahu sebuah perjuangan
itu akan terasa buahnya begitu manis manakala perjuangan itu terlandasi oleh rasa
sabar dan selalu bersyukur. Perjuangan memang pahit untuk kita rasakan, tetapi
manis pada akhirnya. Bukanlah sebuah popularitas yang kami cari, tapi
konsistensi dalam dakwah dalam mewujudkan keistiqomahan.

Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *