IslamicTunesNews | AMALAN NABI MUHAMMAD SAW PADA HARI JUMAT

Sahabat IslamicTunesNews yang dimuliakan ALLAH SWT, ada satu
hal lagi, saat shalat Jum’at Nabi menyegerakannya dan berjalan kaki. Sebab,
setiap langkah kaki kita menuju masjid dihitung oleh Allah sebagai kebaikan
yang tak terhingga. Bahkan, berjalan kaki ke masjid untuk shalat Jum’at dinilai
sebagai berjuang di jalan Allah (fii sabilillah)
Setiap
hari kita lalui dengan biasa-biasa saja. Padahal, sebuah hari memiliki arti dan
amalan sendiri. Hari Jum’at misalnya. Apa yang kita lakukan ketika hari mulia
ini tiba? Apakah kita melaluinya dengan standar-standar saja ataukah kita
lakukan sesuatu yang lebih. Alangkah baiknya kita lihat apa yang dilakukan oleh
baginda kita Nabi Muhammad Saw. setiap kali hari ini tiba.
Ketika
hari Jum’at tiba, Nabi biasanya membaca surat al-Kahfi. Hal ini berdasarkan
hadits Nabi yang berbunyi, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari
Jum’at, maka akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. Nasai dan
dishahihkan oleh al-Albani). Ada ulama yang mengatakan, surat ini sebaiknya
dibaca sebelum shalat Jum’at. Tapi, ada juga yang mengatakan dibaca pada malam
Jum’at atau Kamis malam, berdasarkan hadits Nabi yang berbunyi, “Barangsiapa
membaca surat al-Kahfi malam Jum’at, akan disinari dengan cahaya antara dirinya
dan antara Ka’bah.” (HR. Nasai)
Selain
membaca surat al-Kahfi, kita juga dianjurkan untuk banyak berdoa pada hari ini.
Nabi bersabda, “… pada hari itu ada saat di mana tidaklah seorang hamba yang
muslim berdo’a sedang ia juga mendirikan shalat, lalu ia memohon kepada Allah
sesuatu, kecuali ia akan diberi.” (HR. Bukhari).
Dalam
buku “Doa Harian Nabi” disebutkan bahwa ketika hari Jum’at tiba hendaknya kita
membaca doa sebagai berikut:
“Dengan
nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Yang Awal
sebelum penciptaan dan penghidupan. Yang Akhir setelah punah semua. Yang
Mahatahu dan tak melupakan orang yang mengingat-Nya. Yang tidak mengabaikan
orang yang mensyukuri-Nya. Yang tidak mengecewakan orang yang memohon
kepada-Nya. Yang tidak memutuskan harapan orang yang mengharap-Nya.
“Ya
Allah, aku minta kesaksian-Mu dan cukuplah Engkau sebagai saksi. Aku minta
kesaksian seluruh malaikat-Mu. Penghuni langit-Mu dan pemikul arasy-Mu. Serta
yang Engkau utus sebagai nabi-nabi dan rasul-rasul-Mu. Dan yang Engkau ciptakan
dari berbagai bentuk makhluk-Mu.
“Aku
bersaksi, sesungguhnya Engkau Allah tak ada Tuhan kecuali Engkau. Tunggal tak
ada sekutu bagi-Mu dan tak ada yang setara. Firman-Mu tak berubah dan tak
berganti. Dan sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. hamba-Mu dan rasul-Mu. (Ia) telah
menyampaikan apa-apa yang Engkau bebankan padanya untuk semua hamba. Dan
berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenarnya. Dan memberi kabar gembira
tentang pahala yang pasti. Dia mengancam dengan siksa yang sesungguhnya.
“Ya
Allah, teguhkan aku pada agama-Mu selama Engkau hidupkan aku. Jangan Engkau
gelincirkan hatiku setelah Engkau tunjuki aku. Karuniakan padaku rahmat dari
sisi-Mu. Sungguh Engkaulah Maha Pemberi. Limpahkan kesejahteraan kepada Nabi
Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Jadikan aku dari pengikut dan golongannya.
Kumpulkan aku pada kelompoknya. Bimbinglah aku untuk melaksanakan kewajiban
Jum’at. Yang Engkau wajibkan atasku untuk aku taati. Dan Engkau bagikan karunia
pada Hari Pembalasan. Sungguh Engkau Mahamulia dan Mahabijaksana.”
Menurut
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani yang diikuti oleh Al-Albani, waktu yang bagus untuk
kita berdoa pada hari Jum’at adalah sesudah Ashar sampai matahari terbenam. Hal
ini berdasarkan sabda Nabi yang berbunyi, “Carilah waktu yang sangat diharapkan
(dikabulkannya do’a) pada hari Jum’at yaitu sesudah shalat Ashar sampai
terbenamnya matahari.” (HR. Tirmidzi). Atau sabda Rasulullah yang lain, “Siang
hari Jum’at itu ada dua belas jam. Tidaklah seorang hamba yang muslim memohon
kepada Allah sesuatu, kecuali akan diberikan. Utamakanlah akhir-akhir waktu
sesudah shalat Ashar.” (HR. Abu Dawud).
Selain
membaca doa di atas, pada hari Jum’at kita juga dianjurkan banyak membaca
shalawat. Nabi bersabda, “Sesungguhnya seutama-utamanya hari kalian adalah hari
Jum’at. Pada hari itu diciptakan Adam, pada hari itu ruhnya ditiupkan. Maka
perbanyaklah shalawat kepadaku. Karena shalawat kalian akan sampai kepadaku.”
(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al Albani).
Tentunya
kita juga mesti melakukan shalat Jum’at. Ketentuan ini hanya diperuntukkan
untuk kaum lelaki yang sudah akil baligh. Disunnahkan untuk mandi terlebih
dahulu dan memakai wangi-wangian. Nabi bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari
Jum’at, lalu memakai wewangian jika ia punya, lalu memakai sebaik-baiknya
pakaian, kemudian pergi ke masjid, lalu ruku’ sesuai yang ia mampu, tidak
menyakiti orang lain, lalu diam mendengarkan hingga waktu shalat, maka itu
menjadi penebus dosa-dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at sebelumnya.” (HR.
Ahmad dan Thabrani).
Satu
hal lagi, saat shalat Jum’at Nabi menyegerakannya dan berjalan kaki. Sebab,
setiap langkah kaki kita menuju masjid dihitung oleh Allah sebagai kebaikan
yang tak terhingga. Bahkan, berjalan kaki ke masjid untuk shalat Jum’at dinilai
sebagai berjuang di jalan Allah (fii sabilillah).
Suatu
hari Zaid bin Abu Maryam bertemu dengan Abayah bin Rifa’ah. Abayah berkata
kepada Zaid yang waktu itu hendak berangkat menunaikan shalat Jum’at,
“Bergembiralah, karena langkah-langkah engkau ini adalah fii sabilillah. Aku
pernah mendengar Abu Abs berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa berdebu kakinya di jalan Allah, maka kedua kaki itu diharamkan
dari api neraka.” (HR. Tirmidzi).
Demikian
beberapa kebiasaan Nabi pada hari Jum’at! Jadi, ketika hari mulia ini tiba
hendaklah kita gunakan untuk memperbanyak kebaikan, bukan mengail kemadharatan
seperti mengasosiasikannya dengan “hari seram” –apalagi di Jawa ada penanggalan
Jum’at Kliwon yang disinyalir memiliki makna magis yang sangat kuat.
Pertanyaannya:
Kenapa hari Jum’at begitu penting kita perhatikan? Sebab Nabi bersabda,
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit pada hari itu ialah hari Jum’at, pada
hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia masuk surga. Dan pada hari itu ia
dikeluarkan dari surga itu.” (HR. Muslim).
Masih
banyak lagi hadits yang menunjukkan tentang keutamaan hari Jum’at. Dengan
alasan itulah Nabi sendiri begitu memperhatikan hari ini dengan sesuatu yang
lebih. Semoga kita bisa memanfaatkan hari Jum’at dengan sebaik mungkin!
Amin….


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *