IslamicTunesNews | APA PENTINGNYA WISATA HALAL ?

Mengapa Wisata Halal untuk
Lombok?

Determinasi pemerintah dan Kemenpar untuk
menggarap wisata halal bukanlah sekadar latah atau gaya-gayaan. Investasi
sumbedaya yang besar untuk mengembangkan wisata halal tak lain karena motivasi
ekonomis yang logis. Selain juga karena Indonesia memang lembah kaya tempat
wisata, seperti NTB memiliki alam dan budaya yang kaya yang pas dijual di pasar
wisata halal.
Riset yang dilakukan oleh Dinar Standard menunjukkan bahwa penduduk
Muslim dunia membelanjakan $140 miliar (sekitar Rp1820 triliun) untuk wisata
pada 2013, yang merupakan 11,5% dari seluruh pengeluaran wisata global. Dan ini
tidak termasuk pengeluaran untuk perjalanan ibadah haji/umrah ke Arab Saudi.
Angka ini diperkirakan akan naik mencapai $238 miliar (sekitar Rp3094 triliun)
pada 2019 yang merupakan 13% dari pengeluaran global (Mohamed Battour dan Mohd
Nazari Ismail, 2015).
Estimasi yang optimistik juga muncul dari hasil studi Crescent
Rating pada 2016 di mana pasar wisata Muslim terus tumbuh pesat karena didorong
oleh lima faktor yakni 1) pertumbuhan populasi penduduk Muslim di dunia yang
akan mencapai 26% poada 2030; 2) pertumbuhan kelas menengah yang meningkat
sehingga mampu berwisata;  3) populasi anak muda yang meningkat; 4)
meningkatnya akses informasi wisata; dan 5) semakin meningkatnya ketersediaan
jasa dan sarana wisata ramah Muslim.
Selain potensi pasarnya yang besar, wisatawan dari pasar Timur Tengah
memiliki perilaku pembelanjaan per kunjungan per oran yang tinggi yakni sekitar
USD 1.700 per kepala untuk wisatawan Uni Emirat Arab dan USD 1.500 untuk
wisatawan Arab Saudi. “Jadi kalau menggunakan analisis SSS atau triple S, yakni
size (ukuran), spread (laba atau margin keuntungan), dan sustainable
(keberlangsungan), maka pasar halal travel itu sangat menjanjikan,” kata
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.
Pamor Lombok sebagai Destinasi
Halal
Potensi pasar yang besar dan kualitas pengeluaran
wisatawan inilah yang ingin direbut oleh NTB. Apalagi NTB sudah memiliki modal
yang prestisius untuk reputasi sebagai destinasi halal. Dalam ajang The World
Halal Travel Summit 2015 yang berlangsung di Dubai beberapa waktu lalu, Lombok
dinobatkan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination, mengalahkan Amman
(Jordan), Antalya (Turki), Kairo (Mesir), Doha (Qatar), Istanbul (Turki), Kuala
Lumpur  (Malaysia), Marrakesh
(Maroko), dan Teheran (Iran). Lebih-lebih Lombok juga memperoleh predikat
sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination mengatasi kota Abu Dhabi
(UAE), Antalya (Turki), Krabi (Thailand), dan Kuala Lumpur (Malaysia).

Apalagi berdasarkan Crescent Rating bersama
MasterCard, baru-baru ini menempatkan Indonesia di posisi 4 besar dari 130
negara di dunia, yang terdiri dari 48 negara muslim dan 82 negara non muslim.
Indonesia hanya kalah dari Malaysia, Uni Emirat Arab dan Turki; bahkan
Indonesia mengalahkan Arab Saudi. Selain itu Indonesia adalah negara yang
mengalami peningkatan peringkat yang paling signifikan yakni dari peringkat 6
pada 2015 menjadi peringkat 4 pada 2016.
Jadi, wisata halal sangat penting bagi pengembangan
pariwisata NTB secara keseluruhan. Karena itu momentum-momentum yang bagus ini
tidak boleh disia-siakan atau dibiarkan berlalu begitu. Karena itu Kemenpar dan
Pemprov NTB pun bahu-membahu untuk mengembangkan wisata halal di NTB.

Kutipan
dari http://lombokinsider.com/

Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *