IslamicTunesNews | KATANYA SIH RINDU DAN CINTA

IslamicTunesNews- Sahabat IslamicTunes yang berbahagia, Nabi itu amat sederhana hidupnya Pakaian yang beliau kenakan, isi lemari yang beliau miliki. Sandal yang beliau pakai, rumah yang beliau miliki, dan jangan tanya apa yang beliau makan. Nabi lebih sering berpuasa karena tidak ada makanan. Bahkan pernah, beliau melilit perutnya dengan buntalan kain berisi kerikil, demi menahan rasa lapar. Sungguh kalian akan menangis, utusan Allah, yang memiliki segenap semesta, justeru hidupnya amat bersahaja. Padahal, apa susahnya Nabi memiliki emas sebesar gunung Everest (dalam artian sebenar-benarnya), tapi tidak, beliau tidak pernah tertarik dengan harta dunia.
Nabi itu amat jujur hidupnya. Dari kecil, sebelum firman Allah datang, beliau sudah dikenal sangat jujur. Beliau tidak pernah berbohong, mencuri, khianat, dusta, dsbgnya. Berdagang beliau jujur. Menjadi pemimpin beliau jujur. Hidupnya seperti selembar kertas yang putih, dan akan selalu putih tanpa noda. Nabi mejadi contoh bahwa ada manusia di atas muka bumi ini yang jujur 100%. Bukan hanya itu, beliau juga tegas sekali atas ketidakjujuran di sekitarnya, bahkan jika itu menyangkut urusan keluarga, sahabat2nya, beliau tetap berdiri tegak. Tidak pernah ada tawar-menawar soal kejujuran ini.
Nabi itu amat peduli hidupnya Beliau menyayangi anak-anak, yatim-piatu, tua-muda, tetangga, orang-orang di sekitarnya. Beliau menyayangi alam sekitar, hewan, tumbuh-tumbuhan. Beliau peduli atas banyak hal. Sungguh besar kepeduliaannya, bahkan di akhir waktunya pun, beliau terus peduli dengan orang lain, terlepas dari apakah orang lain itu akan balas peduli atau balas menyakitkan.
Wahai, kaum yang mengaku rindu Nabi. Wahai, kaum yang mengaku cinta Nabi, maka tidakkah kita tergerak mencontoh semua hal ini? Jika kita tidak mampu meniru ahklak Nabi yang bagai kristal bening (karena ini susah sekali), tidakkah kita mau mulai dengan meniru yang lebih mudah? Hidup sederhana, selalu jujur dan mulai peduli pada sekitar.
Wahai, kaum yang mengaku rindu dan cinta pada Nabi. Tidakkah kita tergerak untuk sungguh mulai meneladani beliau. Tidak hanya di bibir saja, tapi juga dalam sikap dan perbuatan.

Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *