IslamicTunesNews | LAGU RASO INDAK TATAHANKAN, SELERA BARU ORANG MINANG

Raso Indak Tatahankan, yang dinyanyikan oleh Rey

Musik asli Minangkabau yang bermain di tangga nada mayor,
kini diperkaya dengan kehadiran lagu Raso Indak Tatahankan, yang dinyanyikan
oleh Rey, seorang penyanyi pendatang baru asal Padang Sago, Kabupaten Padang
Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Lagu ini baru saja dirilis pada hari Rabu, 2
Agustus 2016.
“Sependengaran saya, lirik lagu-lagu Minang saat ini
tidak banyak yang temanya baru, seperti lagu Raso Indak Tatahankan, ini juga
pengulangan tema besar yang sudah ada. Namun saya memberikan nuansa baru pada
nada lagunya. Semoga hal seperti ini juga dapat dilakukan oleh para pelaku
musik di Minangkabau, agar lebih berani menawarkan selera baru untuk para
penikmat musik tradisi kita ini. Dan ini tentu menjadi tugas kita bersama,
terutama bagi para generasimudanya,” kata Boy Candra, penulis lagu Raso
Indak Tatahankan, ketika kami wawancarai (3/8/2016).
Lagu Raso Indak Tatahankan ini diaransemen dengan
memadukan musik tradisi Minangkabau dengan genre musik Rock and Blues.
“Sangat jarang pelaku musik tradisi di Minangkabau
yang mau keluar dari zona aman. Mereka masih bertahan dengan gaya aransemen
musik dari era tahun delapan puluhan. Sedangkan selera pasar bisa saja butuh
sesuatu yang. Kita bisa menyontoh seperti penyanyi Buset, yang berani keluar
dari zona aman itu dan sudah membuktikan kesuksesannya pada album-album lagu
yang mereka pasarkan,” tambah Boy Candra, yang juga penulis buku, putera
daerah Kapa, Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Mengkaji musik Minang asli, sebenarnya bermula pada tahun
635 Masehi, dengan aliran qasidah bertujuan sebagai media untuk penyebaran
agama Islam di Sumatera Barat. Saat itu alat musiknya masih terbatas pada alat
musik pukul, seperti batu, kayu, bambu dan rebana. Dan musik Minang modern dimulai
oleh grup musik Gumarang, Kumbang Tjari, Teruna Ria dan beberapa lainnya pada
tahun 1955, dengan aliran musik Dangdut dan Melayu. Alat-alat musik modern dari
Eropa sudah mulai digunakan saat itu, seperti Biola, Gitar, Saxophone, Flute,
Trompet dan lainnya.
“Musik tradisi Minang boleh saja diaransemen dengan
berbagai aliran, seperti Jazz atau lainnya. Asal rentak Minangnya tidak
dihilangkan, baik dalam melantunkan lagunya juga pada permainan saluang,
talempong, bansi, gondang serta penggunaan alat musik tradisional Minangkabau
lainnya,” kata Soni Maryanto, pemilik studio musik Soni Audeo Record yang
memroduksi lagu Raso Indak Tatahankan.
Sejak dirilis, lagu Raso Indak Tatahankan mendapat respon
yang baik dari para generasimuda dan umum.
Lagu Raso Indak
Tatahankan
mengusung
jenis musik Minang yang benar-benar segar dan baru. Modern dan muda, namun
tetap tidak meninggalkan unsur tradisi dalam musiknya. Aransemen Heru Erlangga
benar-benar menawarkan napas yang berbeda terhadap perkembangan musik Minang
sekarang ini. Ketika penggemar musik di Indonesia saat sekarang memiliki selera
musik beragam. Generasimuda tengah menikmati genre RnB, pop, jazz dan blues,
akhir- akhir ini. Heru Erlangga menjawab tantangan tersebut dengan mengolaborasikan
salah satu genre tersebut dengan musik tradisi Minang pada lagu ini. Musik
modernnya terdengar kuat, tetapi Minangnya tak tenggelam. Harapan saya terhadap
perkembangan musik Minang ke depannya adalah muncul dan terciptanya warna musik
tradisi Minang yang baru dan segar untuk masyarakat, seiring munculnya seniman
musik Minang yang berani membawa musik Minang lebih berkelas dan modern, sesuai
perkembangan selera musik masyarakat Indonesia saat ini, khususnya di Minangkabau,”
Kata Rey, artis penyanyi Minang dari Diatunes Artist Management.
(*)

Foto: (Dari kiri) Boy Candra, Rey, Heru Erlangga, Muhammad Fadhli,
sedang diskusi saat proses produksi lagu Raso Indak Tatahankan. (Dokumentasi:
DIATUNES Artist Management)

Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *