IslamicTunesNews | PELITA SI BUTA

Pada suatu malam, seorang buta
berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan
sebuah lentera pelita.
Melihat hal itu, orang buta
tersebut terbahak dan berkata, “Buat apa saya bawa pelita ? Kan sama saja
buat saya ! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya
menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak
menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.
Tak berapa lama dalam perjalanan,
seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu
kan punya mata ! Beri jalan buat orang buta dong !” Tanpa berbalas sapa,
mereka pun saling berlalu.
Kemudian orang buta tersebut
melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama, seorang pejalan lainnya menabrak si
buta. Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta ? Tidak bisa lihat
ya ? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat !”
Pejalan itu menukas, “Kamu
yang buta ! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam !”
Si buta tertegun. Menyadari
situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’,
saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”
Si buta tersipu menjawab,
“Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan
tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada
lagi pejalan yang menabrak orang buta tersebut. Kali ini, si buta lebih
berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam
?”
Penabraknya menjawab, “Lho,
saya justru mau menanyakan hal yang sama.”
Senyap sejenak. Secara
berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta ?”
Secara serempak pun mereka
menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya
saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis
bertabrakan.
Ketika mereka sedang mencari
pelita mereka, lewatlah seseorang. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia
menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu,
tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak
orang ini, “Sepertinya saya perlu membawa pelita, jadi saya bisa melihat
jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”
Refleksi Hikmah :
Pelita melambangkan terang
kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup.
Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari
berbagai aral rintangan (tabrakan !).
Si buta pertama, mewakili mereka
yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan.
Selalu menunjuk ke arah orang lain, TIDAK SADAR bahwa LEBIH BANYAK JARINYA yang
menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia
belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia
menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas
kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama, mewakili
orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang,
mereka memilih untuk “membuta” walaupun sebenarnya mereka bisa
melihat.
Penabrak kedua, mewakili mereka
yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan
kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak
seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan
saling membantu.
Orang buta kedua, mewakili mereka
yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau
kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta
lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek,
semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat,
mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam
diri kita masing-masing ? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan
nyaris padam ? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

 www.alkisaah.blogspot.com 


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *