IslamicTunesNews | PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA & PENGOBATAN GRATIS

Penyuluhan narkoba dan pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh LPHRI bekerja sama dengan IslamicTunes selaku Media fatner, akan dilaksanakan pada tanggal 28 februari 2016 di kecamatan tanjung tiram kabupaten batubara, yang juga di dukung oleh BNN, Puskesmas, Polri, Pol Air, Kehutanan, Faba Media dan lainnya.

Badan Narkotika Nasional (1999)
menyatakan bahwa penyuluhan merupakan sebuah intervensi sosial yang melibatkan
penggunaan komunikasi informasi secara sadar untuk membantu masyarakat
membentuk pendapat mereka sendiri dan mengambil keputusan dengan baik. Margono
Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyuluhan adalah untuk
memberdayakan masyarakat. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak
berdaya dan atau mengembangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang
lebih bermanfaat bagi masyarakat yang bersangkutan.

Penyuluhan dapat
pula diartikan sebagai: proses perubahan sosial, ekonomi dan politik untuk
memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar
bersama yang partisipatip, agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua
stakeholders (individu, kelompok, kelembagaan) yang terlibat dalam proses
pembangunan, demi terwujudnya kehidupan yang semakin berdaya, mandiri, dan
partisipatip yang semakin sejahtera secara berkelanjutan. Proses belajar
bersama dalam penyuluhan,
sebenarnya tidak
hanya diartikan sebagai kegiatan belajar secara insidentaluntuk memecahkan
masalah yang sedang dihadapi, tetapi yang lebih penting dari itu adalah
penumbuhan dan pengembangan semangat belajar seumur hidup (long life
learning)
secara mandiri dan berkelanjutan.

Penyuluhan narkoba
adalah sebuah upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki
prilaku manusia, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan, yakni pada tingkat
sebelum seseorang menggunakan narkoba, agar mampu menghindar dari penyalahgunaannya.
Upaya ini diharapkan efektif karena ditujukan pada mereka yang belum pernah
menggunakan atau sudah menggunakan pada tingkat coba-coba. Sebaliknya perlu
kewaspadaan dalam memberikan informasi dan penyuluhan tentang narkoba kepada
anakm dan remja karena dapat membangkitkan keingintahuan dan mencoba. Sasaran
dari upaya ini juga termasuk orang-orang dengan resiko tinggi yang memiliki
masalah yang tidak mampu dipecahkan sendiri, sehingga dalam kehidupannya sering
mencari pemecahan keliru, seperti prilaku untuk mencari kepuasan sementara
melalui penggunaan narkoba.

Beberapa model
pendekatan yang dapat digunakan dalam penyuluhan narkoba:

a. Pendekatan
pemberian informasi
Model ini bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan
efeknya akan membawa perubahan sikap dan menurunnya prilaku penyalahgunaan
narkoba. Umumnya informasi yang diberikan kepada remaja cenderung
menakuti-nakuti, tetapi untuk sasaran yang berpendidikan rendah mungkin pesan
tersebut bisa diterima tetapi sebaliknya bagi beberapa kelompok yang menilainya
terlalu berlebihan.

b. Pendekatan
edukasi afektif
Model ini ditujukan
pada pengembangan interpersonal dan sosial dengan meningkatkan :
  Pengertian
tentang diri sendiri dan menerimanya melalui kegiatan konseling
 Kemampuan
keterampilan hidup dan interpersonal (life interpersonal skill).
Pendekatan edukatif
saja tidak akan berhasil, oleh karena itu upaya ini harus dikombinasikan dengan
upaya yang menekankan pada
kemampuan
keterampilan sosial mengatasi tekanan dari teman sebaya.

c. Pendekatan
alternatif
Model ini bertujuan
menjalin kerjasama dalam tim dan meningkatkan kerjasama dan peningktan rasa
percaya diri melalui berbagai kegiatan seperti relaksasi, meditasi, olahraga
dan pendidikan keterampilan. 

Ada 3 kegiatan pada pendekatan ini, yaitu:

1. Menyediakan
berbagai macam aktivitas sesuai kebutuhan
2. Mendukung remaja
untuk mengikuti kegiatan yang positif.
3. Memberikan
kesempatan untuk mengembangkan inisiatif sendiri untuk beraktivitas.

Beberapa aktifitas
yang dapat diberikan pada pendekatan ini:
1. Aktivitas dalam
bidang hiburan
2. Aktivitas
akademik
3. Aktivitas
olahraga
4. Aktivitas
kegiatan keagamaan
5. Aktivitas yang
berhubungan dengan hobi.
Tujuan pendekatan
ini adalah:
1. Meningkatkan
keterampilan diri untuk mampu menolak tawaran narkoba.
2. Mampu menyatakan
keinginan dengan cara yang baik dan dapat diterima oleh lingkungan.
3. Mampu membina
komunikasi yang lebih efektif dengan guru, orang tua dan teman sebaya.
Tujuan penyuluhan
adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan tingkat kemakmuran, maka umumnya
penyuluhan ditujukan untuk memperkenalkan cara-cara yang baru, dan dalam setiap
kegiatannya ditujukan kepada adanya perubahan sikap mental dan cara bekerja.
Penyuluhan biasanya mengkombinasikan belajar sambil berbuat, dimana
contoh-contoh nyata diajukan sehingga masyarakat terangsang untuk meniru dan
meningkatkan keterampilan dapat terbina (Assegaf, 1987:51-52).


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *