IslamicTunesNews | SEJARAH VALENTINE DAY DAN HUKUM MERAYAKANNYA DALAM ISLAM

 


14 Februari merupakan Hari kasih sayang, BENARKAH?

Setiap tahun pada tanggal 14
Februari, tak terhitung jutaan orang merayakan sebuah hari yang kita kenal
sebagai Hari St. Valentine. Jutaan kartu berbentuk hati dan cokelat diberikan
sebagai hadiah, dan bahkan tidak sedikit yang mengadakan pesta Valentine pada hari
yang juga disebut “Hari Cinta” ini. Di sekolah-sekolah, dari pra sekolah hingga
Teman Kanak-kanak, anak-anak senang melakukan pertukaran kartu yang berbentuk
hati. Orang-orang dari segala usia juga turut serta, dan kata-kata yang
terdengar dimana-mana pada hari itu adalah, Be my valentine.
Kenyataan yang menyedihkan adalah
bahwa kebanyakan orang tidak pernah mempertanyakan asal-usul adat istiadat
perayaan Valentine.
Kita harus tahu darimana sebenarnya
asal usul tentang valentine, mengapa hari ini begitu tidak biasa? Mengapa ada
keasyikan dengan warna merah? Dari mana bentuk hati berasal, dan apa artinya?

Hukum Merayakan Valentine Dalam Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara
peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari
kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi)
 .
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan
ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah
disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.
Mengapa ? karena
berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah
subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah
subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan
minum khamar atau membunuh.
Seorang muslim
dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika
yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat
kebiasaan mereka.
Bahwa
mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari
pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan
sebagainya.


Posted

in

, ,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *