Keunikan Lagu Religi Ramadan ‘Kuy Hijrah’ dari Wali Band

Kemunculan grup musik Wali Band pada tahun 2008 lewat rilis album perdananya yang bertajuk ‘Orang Bilang’, berhasil mendapat perhatian dari penikmat musik di Indonesia dan juga Malaysia. Beberapa lagu di album ini seperti lagu Dik, Orang Bilang, dan lagu Emang Dasar, jadi hit’s dan mengisi tangga lagu di stasiun-stasiun radio.

Di awal kehadiran mereka di blantika musik, masyarakat tidak menyangka bahwa sebagian personil Wali Band adalah lulusan pondok pesantren, dan sebagiannya lagi adalah lulusan Universitas Islam. 
Beranjak ke album-album berikutnya, Wali Band semakin melihatkan karakternya sebagai grup musik yang mengusung lagu-lagu dakwah yang dikemas secara entertain. 
Sebagai grup musik yang karya-karya lagunya telah diterima oleh masyarakat, jadi jalan mulus bagi Wali Band untuk merilis lagu-lagu selanjutnya. Meskipun bermuatan religi namun konsep humaniora dengan lirik lugas dan terkini, menjadikan Wali punya warna sendiri di blantika musik. 
Kesuksesan Wali Band menarik perhatian pasar musik menjadi jawaban bahwa unsur musik melayu yang mengeksensi kompisisi musiknya tidaklah menjadi aral untuk diterima oleh pasar nasional yang beragam etnis. Kesuksesan mampu diraih ketika mampu mengemas sebuah lagu sesuai dengan kebutuhan pasar. 
Ikut mewarnai suasana Ramadan 1440 H, Wali Band pada tanggal 3 Mei 2019 merilis video klip lagu terbarunya berjudul Kuy Hijrah. Apoy, gitaris Wali Band yang menulis lirik lagu ini mengatakan bahwa latar belakang penulisan’Kuy Hijrah’ terinspirasi dari fenomena hijrah di kalangan generasi muda. Wali ingin hadir lewat lagu guna memberikan dukungan mereka terhadap hal yang positif ini. 
Keunikan lagu ini ada pada kompisisi musiknya yang digarap dengan nuansa marcing band dan mars. Wali Band dinilai sangat berani, menimbang lagu ini tetap disuguhkan untuk pasar komersil. Karena itu, pada reff lagu ini Wali menghadirkan akord-akord nada yang sudah menjadi karakrer musiknya, agar penggemar setianya tetap bisa menikmati lagu terbarunya ini. 
Mengejar sisi komersil dalam sebuah karya, memang akan berbanding terbalik terhadap grafik idealisme dan musikalitas dalam melahirkan karya. Namun popularitas dan melegendanya sebuah lagu, tentu akan kembali pada penerimaan masyarakat. 


(Ditulis oleh Muhammad Fadhli – Reporter IslamicTunes News)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *