Panjat Pinang Rekonstruksi Perjuangan Bangsa Indonesia Meraih Kemerdekaan

Perlombaan Panjang Pinang. (Dok. Istimewa)

Indonesia kaya dengan beragam jenis permainan rakyat di setiap daerahnya. Tanpa disadari, lewat perlombaan ini para generasimudanya memperoleh edukasi dalam penanaman nilai-nilai luhur kepribadian bangsa yang tentu juga berbasis pada syariat agama. 


Seperti pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 pada tahun 2019 ini, permainan panjat pinang digelar oleh rakyat untuk memeriahkan hari lahir Republik Indonesia sebagai tumpah darah mereka. Meskipun berbagai jenis permainan lainnya juga tak luput untuk digelar, namun permainan panjat pinang sudah menjadi tradisi yang membudaya yang wajib untuk dilakukan. 

Sepintas permainan panjat pinang ini kelihatan seperti sebuah permainan yang biasa saja, perlombaan yang diikuti secara berkelompok ini memberi tantangan memanjat batang pohon pinang yang telah dilicinkan dengan pelumas. Setiap anggota tim tersebut berusaha berdiri di atas bahu teman satu kelompoknya agar dapat meraih puncak batang pinang. Bagi tim yang berhasil mencapai puncaknya dapat mengambil hadiah yang telah disediakan di sana. Bagi tim yang melorot dan belum berhasil mencapai puncak batang pinang akan mendapat giliran untuk memanjat lagi setelah menunggu tim lain melorot.

Proses Pelicinan Batang Pinang. (Dok. Istimewa)

Tanpa kita sadari, permainan panjat pinang mengandung filosofi yang secara tidak langsung memberi edukasi pada nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, rendah hati, pantang putus asa, saling berbagi, dan lainnya. 


Permainan panjang pinang adalah rekonstruksi dari perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Batang pinang adalah tamsilan dari kaum penjajah, rintangan yang harus dilalui. Tim yang terdiri dari empat atau lima orang tergantung usia peserta dan ketinggian batang pinang tersebut, adalah gambaran bahwa perjuangan kemerdekaan tersebut diraih atas saling kerjasama bangsa Indonesia, bukan atas nama perorangan atau komunitas tertentu. 

Bendera yang ditancap di puncak batang pinang adalah kemerdekaan yang ingin diraih. Hadiah-hadiah yang tersedia di puncaknya tersebut adalah simbol dari adil, makmur, dan sejahtera yang menjadi cita-cita bangsa dengan kemerdekaan yang diraih. Sedangkan batang pinang yang berdiri menjulang ke langit tersebut adalah pesan, bahwa kemerdekaan itu diraih atas berkat dan rahmat dari Allah SWT. 

Terlalu gegabah jika ada yang berasumsi bahwa permainan panjat pinang ini adalah untuk mengembalikan jiwa perbudakan bagi bangsa Indonesia. Jika benar itu perbudakan, siapa tuannya? 

Kita harus lebih dalam masuk agar makin tahu bagaimana permainan panjat pinang ini dapat terselenggara pada perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI setiap tahunnya. Adalah berkat kerjasama para generasimuda dengan mengorbankan waktu dan tenaga untuk dapat mengelenggarakannya. Juga dalam penggalangan dana dari swadaya masyarakat. 

Suasana Lomba Panjat Pinang. (Dok. Istimewa)

Perlombaan panjatpinang punya daya tarik bagi masyarakat, jadi tontonan yang mengasyikkan, dan juga jadi minat wisatawan mancanegara untuk menyaksikan dan mengikuti perlombaan. 


Hebatnya, di saat generasimuda saat sekarang ini tengah dipukau oleh gadged, lomba panjat pinang mampu mengalihkan perhatian mereka. 

(Ditulis oleh Muhammad Fadhli)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *