Ponpes Sains Salman Assalam Wacanakan Bangun Cirebon Sains Center

Foto bersama saat Ponpes Sains Salman Assalam menerima
kunjungan IslamicTunes. (Dok. Istimewa)
Pondok Pesantren (Ponpes) Sains Salman Assalam yang berada di Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, ingin menyalurkan bakat yang dimiliki oleh para santrinya, khususnya di bidang seni. Pada hari senin 19 Agustus 2019, KH. Usep Saefudin Zuhri, M.Pd, Pembina Ponpes Sains Salman Assalam menerima kunjungan H. Rozman Abas, Founder and Advisor IslamicTunes, untuk membahas soal kreativitas dan penyaluran bakat nasyid bagi generasimuda. 

“Pondok Pesantren Sains Salman Assalam saat ini memiliki 290 santri, merupakan pesantren modern yang mengkolaborasikan sistem pendidikan pondok modern Gontor dengan sains dan tahfidz, mendidik santri untuk menyelesaikan kurikulum pondok dan membimbing mereka sampai masuk perguruan tinggi favorit dengan beasiswa. Kami berterimakasih kepada Bapak H. Rozman atas kunjungannya ke pondok kami, semoga kedepannya kami bisa bersinergi dengan IslamicTunes untuk mewadahi karya-karya kesenian para santri kami khususnya dan juga di ponpes lainnya,” kata Usep Saefudin Zuhri pada kata sambutannya. 

Usep Saefudin Zuhri juga mengatakan, “Pondok Pesantren Sains Salman Assalam ingin membuat Cirebon Sains Center, sebagai rujukan pendidikan sains. Membuat studio recording dan video shooting untuk memaksimalkan syiar Islam. Namun saat ini masih berkendala dengan lahan dan keuangan.” 

Kunjungan IslamicTunes ke Ponpes Sains Salman Assalam didampingi oleh H. Ahmad Sujai M.Pd, Pembina Yayasan Assalam dan tim nasyid Vocassalam, serta para munsyid dari Vocassalam dan munsyid Cirebon lainnya, berlangsung dari pukul 19.00 – 22.30 WIB, juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab seputar musik Islami dan cara mengembangkannya. 

“Potensi musik islami di Indonesia khususnya di Cirebon sangat besar, jangan malu menjadi pegiat musik islami, gali terus potensi yang ada, buat karya yang belum pernah ada. Contohnya, perbanyak membuat lagu yang diambil dari riwayat pada hadits dan kisah yang ada dalam Alquran. Jadi, tidak selalu tentang romantic song,” kata Rozman Abas. 

Pada kesempatan kunjungan IslamicTunes itu, para munsyid Cirebon sempat memberi masukan kepada IslamicTunes; 

El Syarif (Dukupuntang): “Semoga IslamicTunes lebih sering mengadakan event yang melibatkan pegiat nasyid.” 

Akmal Jinan (Plered): “Harapannya IslamicTunes menjadi marketplace yang makin membantu mempromosikan di medsos, aga para munsyid bisa dikenal lebih luas. Dan adminnya semoga makin aktif, dan lebih sering bikin event pada tiap kota.” 

Nabila (Majalengka): “Semoga IslamicTunes lebih maju lagi kedepannya, dan lebih istiqamah dalam memposting syiar Islam melalui syair-syair nasyid para munsyidnya.” 

Sementara itu, para personal grup nasyid Vocassalam asal Cikalahang Cirebon di bawah naungan Yayasan Assalam, mengatakan, “Semoga di lain waktu IslamicTunes bisa bersilaturahmi lagi ke Cirebon dan daerah lainnya, untuk dapat bersinergi dengan yang belum pernah ada event dari IslamicTunes. Seperti Cirebon, kita bisa berkolaborasi untuk mengadakan konser IslamicTunes. Selain para munsyid di Cirebon, nanti kita juga bisa mengundang para munsyid dari Kuningan, Majalengka, Indramayu, dan bintang-bintang tenar dari para munsyid IslamicTunes di Jawa Barat, untuk menarik animo para generasi milenial.” 

Pertemuan tersebut melahirkan wacana untuk memaksimalkan komunitas IslamicTunes di Cirebon, sebagai jaringan pegiat musik religi yang dipelopori grup nasyid Vocassalam, salah satu ikhtiarnya dengan membuat sanggar nasyid. (*)

Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *