Rilis Lagu Khotmil Qur’an, Rocker Bandung ‘Widi’ Ajak Milenial Gemar Mengaji

Widi, Rocker Nasyid Asal Kota Bandung. (Dok. IslamicTunes News)

Selain salat, kebiasaan mengaji dan penerapan syariat dan hakikatnya juga dapat menjadi jalan bagi generasimuda agar jauh dari kelakuan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, demi mempertahankan budaya islami di tengah masyarakat. Apalagi jika diikuti dengan tahfidz, tentu akan dapat senantiasa menjaga kemurnian Alquran hingga akhir zaman. Sebagai upaya untuk ikut mewujudkannya, Widi, Rocker asal Kota Bandung merilis lagu Khotmil Qura’n pada hari Senin tanggal 3 Juni 2019 di kanal YouTube Bandung Music.

“Lagu ini saya kemas dengan nuansa baru, untuk mengenalkan dan mengingatkan kembali doa khotmil qur’an kepada semuanya. Kepada kalangan milenial pada umumnya, dan saya semdiri pada khususnya, semoga bisa lebih bijak menyisihkan waktunya untuk membaca Alquran, dan menjadikannya kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Manfaatnya, selain ada rasa kepuasan tersendiri ketika khatam, kita juga akan mendapatkan ketenangan di saat membacanya, dan kenyamanan tersendiri ketika membacanya. Saya percaya hidup akan lebih indah, lebih nyaman, dan lebih teratur ketika kita membaca dan mempelajari Alquran,” kata Widi, penyanyi kelahiran Tasikmalaya, saat diwawancarai Tim IslamicTunes News, Senin 17/6/2019.

Widi juga mengatakan, “Pada lingkungan saya sendiri yang banyak musisi, mereka rutin membaca Alquran. Saya juga salut pada generasimuda sekarang, meskipun di era digital yang serba ada ini masih banyak yang membiasakan diri membaca Alquran. Kekhawatiran saya hanya pada kaum muda-mudi yang kurang bijak menyikapi media sosial, dan kurang bijak dalam memanfaatkan waktu di masa mudanya. Dengan adanya media-media islami seperti IslamicTunes, semoga bisa menyadarkan kita semua dalam menyikapi kemajuan teknologi komunikasi saat sekarang ini.”

“Aransemen lagu Khotmil Qur’an dibuat oleh Abah Tony di studio musik MM Production Bandung dan dirilis oleh Bandung Musik milik bang Bornfri Situmorang. Karena di Bandung saya dikenal sebagai musisi rock, jadi Abah Tony membuat lagu ini dengan nuansa slowrock. Video klip lagu ini menceritakan tentang seorang rocker yang menuju taubatnya, dan kami berharap karya kami bisa diterima oleh semua kalangan. Khotmil Qur’an pada dasarnya adalah sebuah doa, umumnya dibaca saat khatam Alquran. Saya ingin mengajak semuanya berdoa lewat lagu ini, biasanya kalau menghafal doa yang dbawakan sebagai lagu akan lebih cepat diingat oleh siapapun. Dan orang yang menyanyikan bisa tahu ketika dia menyanyikan lagu Khotmil Qur’an ini bahwa dia tidak hanya bernyanyi saja, tapi juga berdoa. Karena seperti apa yang kita ketahui bersama, bahwa Allah SWT sangat suka mendengar kita berdoa. Insya Allah, semoga apa yang kita lakukan menjadi ibadah. Aamiin,” kata Widi.

Lebih lanjut Widi mengatakan, “Dari kecil saya sudah suka nasyid, soalnya saat saya masih sekolah di dinniyah saya sudah diajarkan nasyid. Tapi mulai menekuninya pada tahun 2009. Dari nasyid, akhirnya saya masuk pesantren lagi dan membentuk grup band nasyid dengan konsep progressive rock religi, karena pada masa itu musik rock lebih digemari oleh muda-mudi. Alhamdulillah, grup band nasyid kami tersebut berhasil menjadi band favorit di Festival Rock se-Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Universitas Siliwangi – Tasikmalaya. Saya bersolo karir di nasyid mulai tahun 2018.”

“Dalam bersolo karir di nasyid, saya sudah merilis beberapa lagu; Khotmil Qur’an (versi pertama – 2018), Muhammad Terkasih (karya Abah Tony – Mei 2019), Sholawat dan Salam (karya Abah Tony – Mei 2019), Salamet Dunia Kaherat (versi hiphop dgn bahasa sunda, featuring Sundanis dan Astri – Mei 2019), Ya Rabbi bil Mustofa (hiphop sunda, featuring Sundanis dan Astri – Mei 2019), Alhamdulillah (featuring Eka Angelina, lagu karya Abah Yanto – Juni 2019), dan Khotmil Qur’an (versi kedua – Juni 2019). Masih ada beberapa materi lagu lagi yang belum dirilis. Mohon doanya, mudah-mudahan tidak ada halangan dan hambatan,” kata Widi.

Sebelum menutup wawancara, Widi mengatakan, “Sebenarnya profesi saya bukan sebagai penyanyi nasyid, di Bandung saya dikenal sebagai seorang musisi beraliran rock metal, dan sebagai seorang vocal director. Meskipun ada juga beberapa lagu saya yang mengusung aliran pop reggae. Tapi saya ingin terus menekuni nasyid, karena saya menyadari bahwa sebagai seorang penyanyi juga bisa jadi sarana untuk berdakwah. Dengan berdakwah lewat lagu, mudah-mudahan bermanfaat bagi siapapun, dan bisa menjadi amal ibadah bagi kita. Lewat nasyid saya juga ingin menyerukan pada dunia, bahwa islam itu indah, rahmatan lil ‘alamin.”

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli – Reporter IslamicTunes News)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *